0
THALASSEMIA
Posted by Unknown
on
07.36
in
HEALTH
Talasemia
1. Definisi
Thalassemia
adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah
mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari).
Akibatnya penderita thalasemia akan mengalami gejala anemia diantaranya pusing,
muka pucat, badan sering lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi
berulang.
Thalasemia
terjadi akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein yang dibutuhkan
untuk memproduksi hemoglobin sebagaimana mestinya. Hemoglobin merupakan protein
kaya zat besi yang berada di dalam sel darah merah dan berfungsi sangat penting
untuk mengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh bagian tubuh yang
membutuhkannya sebagai energi. Apabila produksi hemoglobin berkurang atau tidak
ada, maka pasokan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh tidak
dapat terpenuhi, sehingga fungsi tubuh pun terganggu dan tidak mampu lagi
menjalankan aktivitasnya secara normal.Thalasemia adalah sekelompok penyakit
keturunan yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan pembuatan salah satu
dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin.
Thalasemia
adalah penyakit yang sifatnya diturunkan. Penyakit ini, merupakan penyakit
kelainan pembentukan sel darah merah.
2. Etiologi
Thalassemia merupakan akibat dari
ketidakseimbangan pembuatan rantai asam amino yang membentuk hemoglobin yang
dikandung oleh sel darah merah. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh
tubuh dengan bantuan substansi yang disebut hemoglobin. Hemoglobin terbuat dari dua macam protein yang berbeda, yaitu
globin alfa dan globin beta. Protein globin tersebut dibuat oleh gen yang
berlokasi di kromosom yang berbeda. Apabila
satu atau lebih gen yang memproduksi protein globin tidak normal atau hilang,
maka akan terjadi penurunan produksi protein globin yang menyebabkan
thalassemia. Mutasi gen pada globin alfa akan menyebabkan penyakit alfa-
thalassemia dan jika itu terjadi pada globin beta maka akan menyebabkan
penyakit beta-thalassemia.
1. Alfa-Thalassemia
Alfa-globin adalah sebuah
komponen (subunit) dari protein yang lebih besar yang disebut hemoglobin, yang
merupakan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke sel dan
jaringan di seluruh tubuh. Hemoglobin
terdiri dari empat subunit: dua subunit alfa-globin dan dua subunit jenis lain
globin.
HBA1 (Hemoglobin, alfa 1) adalah gen
yang memberikan instruksi untuk membuat protein yang disebut alpha-globin. Protein ini juga diproduksi dari gen
yang hampir identik yang disebut HBA2 (Hemoglobin, alfa 2). Kedua gen globin alpha-terletak dekat
bersama-sama dalam sebuah wilayah kromosom 16 yang dikenal sebagai lokus globin
alfa.
HBA1 dan HBA2 terletak di kromosom 16 lengan
pendek di posisi 13.3. HBA1 terletak di gen pasangan basa 226.678 ke 227.519
sedangkan HBA 2 terletak di pasangan basa 222.845
ke 223.708 .
Pada
manusia normal terdapat 4 kopi gen alpha-globin yang terdapat masing-masing 2
pada kromosom 16. Gen-gen ini membuat komponen globin alpha pada hemoglobin
orang dewasa normal, yang disebut hemoglobin A. dan juga merupakan komponen
dari hemoglobin pada janin dan orang dewasa lainnya, yang disebut hemoglobin
A2. Mutasi yang terjadi pada gen alpha globin adalah delesi.
-
Delesi
1 gen α : tidak ada dampak pada kesehatan, tetapi orang tersebut mewarisi gen
thalasemia, atau disebut juga Thalassaemia Carier/Trait
-
Delesi 2 gen α : hanya berpengaruh sedikit pada
kelinan fungsi darah
-
Delesi 3 gen α :
anemia berat, disebut juga Hemoglobin H (Hbh) disease
Gambar
diatas menunjukkan bahwa kedua orang tua yang pada gen nya terdapat
masing-masing 2 gen yang sudah termutasi. Maka anaknya 25% normal, 25% carrier, 25% 2 gen delesi, 25% menderita
hemoglobin H disease.
2. Beta-Thalassemia
Globin beta adalah sebuah
komponen (subunit) dari protein yang lebih besar yang disebut hemoglobin, yang
terletak di dalam sel darah merah. HBB gen yang memberikan instruksi untuk
membuat protein yang disebut globin beta.
Lebih dari 250 mutasi pada gen
HBB telah ditemukan menyebabkan talasemia beta. Sebagian besar mutasi
melibatkan perubahan dalam satu blok bangunan DNA (nukleotida) dalam atau di
dekat gen HBB. Mutasi lainnya menyisipkan atau menghapus sejumlah kecil
nukleotida dalam gen HBB. Mutasi gen HBB yang menurunkan hasil produksi globin beta dalam kondisi yang
disebut beta-plus (B +) talasemia.
Tanpa globin beta,
hemoglobin tidak dapat terbentuk yang mengganggu perkembangan normal sel-sel
darah merah. Kekurangan sel darah merah akan menghambat oksigen yang akan
dibawa dan membuat tubuh kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen dalam
jaringan tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ, dan masalah kesehatan lainnya
termasuk thalassemia beta.
HBB gen yang terletak di kromosom 11 lengan pendek di posisi 15.5. HBB gen dari pasangan
basa 5.203.271 sampai pasangan basa 5.204.876 pada kromosom 11.
Pada
manusia normal terdapat 2 kopi gen beta globin yang terdapat pada kromosom 11,
yang membuat beta globin yang merupakan komponen dari hemoglobin pada orang
dewasa, yang disebut hemoglobin A. Lebih dari 100 jenis mutasi yang dapat
menyebabkan thalasemia β, misalkan
mutasi beta 0 yang berakibat tidak adanya beta globin yang diproduksi,
mutasi beta +, dimana hanya sedikit dari beta globin yang diproduksi.
Jika
seseorang memiliki 1 gen beta globin normal, dan satu lagi gen yang sudah
termutasi, maka orang itu disebut carier/trait.
Gambar diatas menunjukkan bahwa kedua
orangtua merupakan carier/trait. Maka
anaknya 25% normal, 50% carier/trait,
25% mewarisi 2 gen yang termutasi (thalasemia mayor).
3. Diagnosis
Thalassemia
dapat di ketahui dengan cara melakukan tes darah yang terdiri dari termasuk
menghitung kelengkapan darah (CBC) dan tes hemoglobin khusus.
- CBC memberikan
informasi tentang jumlah hemoglobin dan berbagai jenis sel darah, seperti
sel darah merah, dalam sampel darah. Penderita
thalassemia memiliki lebih sel-sel darah merah sehat lebih sedikit dan
kurang hemoglobin dalam keadaan normal. Penderita alfa thalassemia atau
beta thalassemia mungkin memiliki sel darah marah lebih kecil daripada sel
darah merah normal.
- Tes hemoglobin
mengukur jenis hemoglobin dalam sampel darah. Penderita thalassemia
memiliki masalah dengan alpha atau rantai protein beta globin hemoglobin.
Umumnya
orang yang menderita thalassemia didiagnosis pada saat usia dini. Hal ini karena tanda-tanda dan gejala dari
penyakit ini telah muncul dalam 2 tahun pertama mereka hidup.
Orang
yang memiliki bentuk yang lebih ringan thalassemia dapat didiagnosis setelah
tes darah rutin menunjukkan mereka telah anemia. Dokter mencurigai seseorang menderita
thalassemia jika seseorang itu menunjukkan bahwa dia anemia dan merupakan
anggota dari sebuah kelompok yang memiliki resiko tinggi untuk terkena
thalassemia.
Diagnosis dapat juga dilakukan
dengan melakukan tes pada jumlah zat besi dalam darah untuk mengetahui apakah
anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi atau thalassemia. Kekurangan zat besi - anemia terjadi saat tubuh tidak memiliki
cukup besi untuk membuat hemoglobin. Jika anemia pada talasemia terjadi karena
masalah dengan salah satu rantai globin alpha atau rantai beta globin
hemoglobin, bukan karena kekurangan zat besi.
Thalassemia merupakan penyakit
keturunan yang diteruskan dari orang tua kepada anak-anak, studi genetik
keluarga juga dapat membantu mendiagnosis gangguan ini. Ini melibatkan mengambil riwayat
kesehatan keluarga dan melakukan tes darah pada anggota keluarga untuk
menunjukkan apakah ada gen hemoglobin yang telah hilang atau diubah.
4. Gejala Klinis
Tanda
dan gejala dari penyakit thalassemia disebabkan oleh kekurangan oksigen di
dalam aliran darah. Hal ini
terjadi karena tubuh tidak cukup membuat sel-sel darah merah dan hemoglobin. Keparahan gejala tergantung pada
keparahan dari gangguan yang terjadi.
·
Tidak Gejala
Alpha Thalassemia silent carrier umumnya tidak memiliki
tanda-tanda atau gejala. Hal ini
terjadi karena kekurangan protein globin alfa sangat kecil sehingga hemoglobin
dalam darah masih dapat bekerja normal.
·
Anemia ringan
Orang yang telah menderita thalassemia alfa atau beta dapat
mengalami anemia ringan. Namun,
banyak orang dengan jenis talasemia tidak memiliki tanda-tanda atau gejala yang
spesifik. Anemia ringan dapat membuat penderita merasa lelah dan hal ini sering disalahartikan menjadi anemia yang kekurangan zat besi.
·
Anemia ringan sampai sedang dan tanda serta gejala lainnya
Orang dengan beta talasemia intermedia dapat mengalami anemia ringan sampai sedang. Mereka juga
mungkin memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti:
a)
Memperlambat
pertumbuhan dan pubertas. Anemia
dapat memperlambat pertumbuhan anak dan perkembangannya.
b)
Masalah
tulang, thalassemia dapat membuat sumsum tulang (materi spons dalam tulang yang
membuat sel-sel darah) tidak berkembang. Hal
ini menyebabkan tulang lebih luas daripada biasanya. Tulang juga dapat menjadi rapuh dan
mudah patah.
c)
Pembesaran
limpa. Limpa adalah organ yang
membantu tubuh melawan infeksi dan menghapus materi yang tidak diinginkan. Ketika seseorang menderita talasemia,
limpa harus bekerja sangat keras. Akibatnya,
limpa menjadi lebih besar dari biasanya. Hal
ini membuat penderita mengalami anemia parah. Jika
limpa menjadi terlalu besar maka limpa tersebut harus disingkirkan.
·
Anemia berat dan tanda serta gejala lainnya
Orang dengan penyakit hemoglobin H atau thalassemia beta
mayor (disebut juga Cooley's anemia) akan mengalami talasemia berat. Tanda dan gejala-gejala muncul dalam 2
tahun pertama kehidupannya. Mereka mungkin akan mengalami anemia
parah dan masalah kesehatan serius lainnya, seperti:
a)
Pucat
dan penampilan lesu
b)
Nafsu
makan menurun
c)
Urin
akan menjadi lebih pekat
d)
Memperlambat
pertumbuhan dan pubertas
e)
Kulit
berwarna kekuningan
f)
Pembesaran
limpa dan hati
g)
Masalah
tulang (terutama tulang di wajah)
·
Komplikasi Thalassemia
Perawatan yang ada sekarang yaitu hanya dengan membantu
penderita thalassemia berat untuk hidup lebih lama lagi. Akibatnya, orang-orang ini harus
menghadapi komplikasi dari gangguan yang terjadi dari waktu ke waktu.
·
Jantung dan Liver Disease
Transfusi darah adalah
perawatan standar untuk penderita thalassemia. Sebagai hasilnya, kandungan zat besi
meningkat di dalam darah. Hal ini
dapat merusak organ dan jaringan, terutama jantung dan hati.
Penyakit jantung yang disebabkan oleh zat besi yang
berlebihan adalah penyebab utama kematian pada orang penderita thalassemia. Penyakit jantung termasuk gagal
jantung, aritmis denyut jantung, dan terlebih lagi
serangan jantung.
·
Infeksi
Di antara orang-orang penderita thalassemia, infeksi adalah
penyebab utama penyakit dan kedua paling umum penyebab kematian. Orang-orang yang limpanya telah
diangkat berada pada risiko yang lebih tinggi, karena mereka tidak lagi
memiliki organ yang memerangi infeksi.
·
Osteoporosis
Banyak penderita thalassemia memiliki tulang yang
bermasalah, termasuk osteoporosis. Ini
adalah suatu kondisi di mana tulang menjadi sangat lemah, rapuh dan mudah
patah.
5. Pengobatan
Pengobatan thalassemia
bergantung pada jenis dan tingkat keparahan dari gangguan. Seseorang pembawa
atau yang memiliki sifat alfa atau beta talasemia cenderung ringan atau tanpa
gejala dan hanya membutuhkan sedikit atau tanpa pengobatan. Terdapat 3
(standar) perawatan umum untuk thalassemia tingkat menengah atau berat, yaitu transfusi darah, terapi besi dan chelation, serta mmenggunakan suplemen
asam folat. Selain itu, terdapat perawatan lainnya
adalah dengan transplantasi sum-sum tulang belakang, pendonoran darah tali
pusat, dan HLA (Human Leukocyte Antigens).
·
Transfusi
darah
Transfusi yang dilakukan adalah transfusi sel
darah merah. Terapi ini merupakan terapi utama bagi orang-orang yang menderita
thalassemia sedang atau berat. Transfusi darah dilakukan melalui pembuluh vena
dan memberikan sel darah merah dengan
hemoglobin normal. Untuk mempertahankan keadaan
tersebut, transfusi darah harus dilakukan secara rutin karena dalam
waktu 120 hari sel darah merah akan mati. Khusus untuk penderita beta
thalassemia intermedia, transfuse darah hanya dilakukan sesekali saja, tidak
secara rutin. Sedangkan untuk beta thalssemia mayor (Cooley’s Anemia) harus
dilakukan secara teratur (2 atau 4 minggu sekali).
·
Terapi
Khelasi Besi (Iron Chelation)
Hemoglobin dalam
sel darah merah adalah zat besi yang kaya protein. Apabila melakukan ransfusi
darah secara teratur dapat mengakibatkan penumpukan zat besi dalam darah. Kondisi ini dapat merusak
hati, jantung, dan organ-organ lainnya. Untuk mencegah kerusakan ini, terapi
khelasi besi diperlukan untuk membuang kelebihan zat besi dari tubuh. Terdapat dua obat-obatan yang digunakan dalam
terapi khelasi besi, yaitu:
a)
Deferoxamine
Deferoxamine
adalah obat cair yang diberikan melalui bawah kulit secara perlahan-lahan dan biasanya
dengan bantuan pompa kecil yang digunakan dalam kurun waktu semalam. Terapi ini
memakan waktu lama dan sedikit memberikan rasa sakit. Efek samping dari
pengobatan ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan pendengaran.
b) Deferasirox
Deferasirox
adalah pil yang dikonsumsi sekali sehari. Efek sampingnya adalah sakit kepala,
mual, muntah, diare, sakit sendi, dan kelelahan (kelelahan).
- Suplemen
Asam Folat
Asam folat adalah vitamin B yang dapat membantu pembangunan
sel-sel darah merah yang sehat. Suplemen ini harus
tetap diminum di samping melakukan transfusi darah ataupun terapi
khelasi besi.
- Transplantasi
sum-sum tulang belakang
Bone
Marrow Transplantation (BMT) sejak tahun
1900 telah dilakukan. Darah dan sumsum transplantasi sel induk normal
akan menggantikan sel-sel induk yang rusak.
Sel-sel induk adalah sel-sel di dalam sumsum tulang yang membuat sel-sel darah
merah. Transplantasi sel induk adalah satu-satunya pengobatan yang dapat
menyembuhkan talasemia. Namun, memiliki kendala karena hanya sejumlah kecil
orang yang dapat menemukan pasangan yang
baik antara donor dan resipiennya.
- Pendonoran
darah tali pusat (Cord Blood)
Cord blood adalah
darah yang ada di dalam tali pusat dan plasenta. Seperti tulang sumsum, itu adalah sumber
kaya sel induk, bangunan blok dari sistem kekebalan tubuh manusia. Dibandingkan
dengan pendonoran sumsum tulang, darah tali pusat non-invasif, tidak nyeri,
lebih murah dan relatif sederhana.
- HLA (Human Leukocyte Antigens)
Human Leukocyte
Antigens (HLA) adalah protein yang terdapat pada
sel di permukaan tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita mengenali sel kita sendiri
sebagai 'diri,' dan sel ‘asing' sebagai lawan didasarkan pada protein HLA
ditampilkan pada permukaan sel kita. Pada transplantasi sum-sum tulang, HLA ini
dapat mencegah terjadinya penolakan dari tubuh serta Graft versus Host Disease (GVHD). HLA
yang terbaik untuk mencegah penolakan adalah melakukan donor secara genetik
berhubungan dengan resipen (penerima).
DAFTAR PUSTAKA
http://pharzone.com/materi%20kuliah/biosel/
http://www.thalassemia.com/
http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/Thalassemia/Thalassemia_WhatIs.html



